Boneka-bonekanya berbentuk datar, layar tempat mereka ditempatkan dan digerakkan berwarna putih dan tidak ada pemandangan. Dalam ruang apa saja kisah-kisah wayang kulit klasik Jawa, Bali, Lombok, dan Melayu terungkap meski ada kedataran ganda? Bagaimana para pemain tidak hanya menggunakan boneka dan layar tetapi juga musik dan bahasa untuk mewujudkan ruang? Apa yang harus diketahui dan dilakuka…