Electronic Resource
Developing a situational interest scale for Indonesian young learners: beyond academic scores in primary EFL classrooms
Situational interest (SI) significantly influences student engagement, yet validated instruments tailored to primary English as a Foreign Language (EFL) classrooms remain limited. This study aimed to develop and validate an SI measurement tool for young EFL learners in Indonesia. Conducted over one academic semester (6 months), the two-phase mixed-methods study began with a qualitative analysis of 412 reflective journal entries from 103 fifth-grade students to identify key dimensions of SI. Three core factors emerged: lesson interest, cognitive-affective engagement, and self-learning fulfilment. Based on these, a ten-item instrument was developed and administered to 450 students across Grades 3 to 6 at the same bilingual primary school, yielding a 100% response rate. Confirmatory factor analysis demonstrated strong model fit (CFI = 0.978, TLI = 0.970, RMSEA = 0.070), and internal consistency was confirmed (lesson interest: α = 0.822; cognitive-affective engagement: α = 0.920; self-learning fulfilment: α = 0.867). The validated instrument offers a practical tool for assessing and enhancing situational interest in Indonesian primary EFL classrooms and provides empirical guidance for interest-based instructional design.
Minat situasional (SI) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterlibatan siswa, namun alat ukur yang valid dan disesuaikan dengan kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) tingkat dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi alat ukur SI untuk siswa EFL muda di Indonesia. Dilakukan selama satu semester akademik (6 bulan), studi campuran dua fase ini dimulai dengan analisis kualitatif terhadap 412 entri jurnal reflektif dari 103 siswa kelas 5 untuk mengidentifikasi dimensi kunci SI. Tiga faktor inti muncul: minat pelajaran, keterlibatan kognitif-afektif, dan kepuasan belajar mandiri. Berdasarkan hal ini, alat ukur berisikan 10 item dikembangkan dan diberikan kepada 450 siswa kelas 3 hingga 6 di sekolah dasar bilingual yang sama, dengan tingkat respons 100%. Analisis faktor konfirmatori menunjukkan kesesuaian model yang kuat (CFI = 0.978, TLI = 0.970, RMSEA = 0.070), dan konsistensi internal dikonfirmasi (minat terhadap pelajaran: α = 0.822; keterlibatan kognitif-afektif: α = 0.920; kepuasan belajar mandiri: α = 0.867). Alat ukur yang telah divalidasi ini menyediakan alat praktis untuk menilai dan meningkatkan minat situasional di kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di sekolah dasar Indonesia, serta memberikan panduan empiris untuk desain instruksional berbasis minat.
Translated with DeepL.com (free version)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain